Balas Dendam” Nasionalisme Digital, Garuda Cyber Lacak Lokasi Asli Hacker Q-Sec dan Lapor ke Interpol

0 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

JAKARTA, – Peta perseteruan di dunia maya atau cyber warfare memasuki babak baru yang mengejutkan pada Sabtu (10/1/2026) dini hari. Komunitas peretas etis (white hat) asal Indonesia yang menamakan diri “Garuda Cyber” secara resmi menyatakan perang terbuka terhadap kelompok kriminal siber global, “Q-Sec”.

Langkah berani ini diambil sebagai respons atas kekacauan sistemik yang melanda Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Serangan ransomware yang dilancarkan Q-Sec sebelumnya telah memicu pembekuan transaksi perbankan oleh Bank Indonesia hingga menyebabkan pembatalan konser musik internasional di Jakarta.

Tembus Pertahanan Enkripsi Lawan
Dalam pernyataan yang dirilis di sebuah forum tertutup subuh tadi, Garuda Cyber mengklaim telah berhasil melakukan serangan balik. Mereka mengaku sukses menembus lapisan keamanan proxy yang selama ini digunakan oleh Q-Sec untuk menyembunyikan identitas.

“Kami muak melihat negara kami diacak-acak. Ekonomi terganggu, hiburan rakyat hancur. Ini adalah peringatan bahwa Indonesia bukan target yang lemah,” tulis perwakilan Garuda Cyber dalam rilis digitalnya.

Kelompok ini mempublikasikan sebagian bukti berupa daftar alamat IP (Internet Protocol) asli dan titik koordinat fisik yang diduga kuat sebagai markas operasional anggota inti Q-Sec di Eropa Timur.

Apresiasi Pemerintah dan Laporan ke Interpol
Data intelijen digital yang sangat berharga tersebut dikabarkan tidak hanya disebar di forum, tetapi juga telah diserahkan secara resmi kepada Interpol melalui saluran anonim.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang biasanya bersikap keras terhadap aktivitas peretasan ilegal, kali ini memberikan respons yang berbeda. Juru bicara Kominfo secara tersirat memberikan apresiasi atas langkah patriotik komunitas siber lokal tersebut.

“Selama tujuannya membantu penegakan hukum dan menjaga kedaulatan digital negara, kami melihat ini sebagai bentuk partisipasi publik yang positif. Data tersebut akan sangat membantu satgas siber internasional,” ujar perwakilan kementerian.

Aksi ini seketika menaikkan moral netizen Indonesia yang sempat frustrasi akibat rentetan gangguan layanan digital sejak awal pekan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%